Pertama Kali, MTQ ke-32 Tuban Buka Jalur Mandiri, 64 Peserta Ikut Berkompetisi

  • Bagikan

Tuban,atasangin.net – Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-32 Kabupaten Tuban tahun 2026. Untuk pertama kalinya, panitia membuka jalur pendaftaran mandiri bagi peserta di luar kafilah resmi utusan kecamatan. Terobosan ini memberikan kesempatan lebih luas bagi peserta berprestasi untuk berkompetisi sekaligus mengembangkan kemampuan di bidang Alquran.

Dari total 476 peserta yang mengikuti MTQ ke-32 Kabupaten Tuban, sebanyak 412 peserta merupakan utusan dari 20 kecamatan, sedangkan 64 peserta lainnya mendaftar melalui jalur mandiri.

Plt. Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tuban sekaligus panitia MTQ ke-32, Irma Putri Kartika, menjelaskan bahwa peserta jalur mandiri merupakan mereka yang telah memiliki pengalaman mengikuti perlombaan MTQ dan dibuktikan dengan piagam prestasi.

“ Minimal pernah meraih juara di tingkat kecamatan,” ungkapnya.
Menurut Irma, pembukaan jalur mandiri menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi peserta yang memiliki kemampuan dan prestasi di bidang Alquran untuk turut berkompetisi dalam MTQ tingkat kabupaten.

Pada penyelenggaraan tahun ini, MTQ ke-32 Kabupaten Tuban mempertandingkan 24 golongan dari delapan cabang lomba. Seluruh rangkaian perlombaan berlangsung di 11 venue yang tersebar di kompleks Pendapa Kridha Manunggal dan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tuban.

Sebelumnya, dalam pengukuhan Dewan Hakim dan Panitera MTQ ke-32 Kabupaten Tuban pada Jumat (16/10/2026) malam, Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Tuban, Budi Wiyana, menegaskan pentingnya integritas dan objektivitas dalam penyelenggaraan perlombaan.

Budi Wiyana memastikan dewan hakim dan panitera menjalankan amanah secara bertanggung jawab, menjunjung tinggi kejujuran, serta memberikan penilaian sesuai ketentuan dan kriteria yang telah ditetapkan.

“ Integritas dewan hakim menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas dan kredibilitas penyelenggaraan MTQ. Karena itu, setiap peserta harus memperoleh kesempatan dan penilaian yang adil berdasarkan kemampuan serta penampilan masing-masing,” tegasnya.

Tidak hanya itu, profesionalitas dalam penilaian menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh peserta dapat berkompetisi secara adil dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

Pada pembukaan MTQ ke-32 ini, Wabup Tuban, Joko Sarwono mengungkapkan pergelaran MTQ lebih dari sekadar ajang perlombaan membaca, menghafal, dan melantunkan ayat-ayat suci Alquran. Terselenggaranya MTQ diharapkan menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Alquran.

Kecintaan tersebut, lanjut Joko Sarwono, hendaknya tidak berhenti pada kemampuan membaca atau menghafal. Namun, juga diwujudkan melalui upaya memahami makna dan kandungannya serta menerapkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

“ Melalui penyelenggaraan MTQ ke-32 Kabupaten Tuban 2026, diharapkan lahir generasi Qurani yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang tilawah dan cabang perlombaan lainnya, tetapi juga berakhlak mulia serta menjadikan Alquran sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan MTQ ke-32, Pemkab Tuban berharap syiar Islam semakin berkembang, ukhuwah Islamiyah semakin kuat, serta tumbuh masyarakat yang religius dan berkarakter.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Alquran perlu terus dihidupkan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. [ gus ]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *